KATINGAN — Program pembinaan kemandirian di bidang pertanian terus digencarkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan. Hal ini dibuktikan dengan Warga Binaan, petugas Bimker dan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenenaker) laksanakan penanaman benih Kacang Panjang di kebun Lapas.
Kegiatan diawali dengan pembuatan bedengan yang dilapisi mulsa plastik, dilanjutkan dengan pembuatan lubang tanam dan penanaman benih kacang panjang secara serentak. Seluruh proses dilakukan secara kolaboratif oleh Warga Binaan, petugas, dan peserta magang, mencerminkan kekompakan dan semangat kerja yang tinggi.
Penanaman kacang panjang merupakan salah satu upaya optimalisasi lahan produktif Lapas, selain mendukung kebutuhan Dapur Sehat Lapas, hasil panen diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan yang memperkuat program pembinaan kemandirian di bidang hortikultura.
Program pembinaan ini juga selaras dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan. Melalui kegiatan pertanian produktif seperti budidaya kacang panjang, Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan berupaya turut berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kompetensi Warga Binaan di bidang pertanian.
Selain itu, program ini mendukung Asta Cita Presiden, terutama pada aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi Warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Yurdani, mengapresiasi partisipasi aktif seluruh pihak dalam kegiatan tersebut.
“Penanaman kacang panjang hari ini sangat kami apresiasi karena menunjukkan sinergi antara petugas, peserta magang, dan warga binaan. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bertani, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab. Ini adalah bekal penting bagi Warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Kalapas Narkotika Kls IIA Kasongan, usai penanaman kacang. Selasa (9/11/2025).
Yordania berharap, lewat penanaman kacang, produktivitas kebun Lapas semakin meningkat dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga binaan maupun lingkungan Lapas secara keseluruhan.
“Ini bukan sekedar berkelanjutan, namun program ini merupakan bentuk nyata dukungan Lapas terhadap agenda pembinaan dan pemberdayaan WBP,” tandasnya. (VRY).

