KATINGAN – Ketua Cabang Olahraga Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Katingan, Sakariyas tidak setuju Surat Keputusan tentang Tim Penjaringan Penyaringan calon ketua umum Koni Kabupaten Katingan 2026-2030.
Sakariyas menegaskan, SK pembentukan TPP, dianggap terlalu dipaksakan, sehingga figur yang ada dianggap telah di atur untuk kepentingan pada saat Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab).
“Saya selaku ketua PBSI Kabupaten Katingan tidak setuju dan perlu di perbaharui TPP yang ada,” jelas Sakariyas saat menghubungi redaksi Borneo Detik. Jumat Malam (7/5/2026).
Masih menurut Sakariyas, persoalan tim penjaringan penyaringan calon ketua umum Koni, jangan dianggap hal biasa, namun perlu dicermati kembali sehingga tidak menimbulkan persoalan yang dapat mempengaruhi kemajuan olahraga di Kabupaten Katingan.
“Ini harus diselesaikan terlebih dahulu, tujuannya agar, saat Musorkab, semua berjalan dengan baik,” katanya.
Sakariyas yang juga mantan Bupati Katingan menuturkan, untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) Koni Kabupaten Katingan, diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siapapun untuk mengemban posisi tersebut. Bahkan kata Sakariyas, banyak figur orang Katingan yang dapat dipercaya untuk mengembangkan dunia olahraga di Bumi Penyang Hinje Simpei.
“Masih banyak orang Katingan yang bisa pimpin Koni, asalkan diberikan kesempatan dan kepercayaan, jangan hanya keinginan seseorang akhirnya, peluang tersebut jatuh kepada orang lain,” tuturnya.
Pada akhirnya Sakariyas yang juga mantan pimpinan Bank Kalteng Cabang Kasongan berharap, figur orang Katingan bisa menakhodai Koni Kabupaten Katingan.
“Ini moment baik bagi kita Orang Katingan, makanya saya sarankan, silakan daftarkan diri dan silakan berjuang untuk mendapat kepercayaan pimpinan Koni Kabupaten Katingan,” tandasnya. (VRY).

